Kemendagri Tekankan Latsar CPNS Jadi Pondasi ASN Profesional dan Berintegritas

Upacara Api Semangat Bela Negara (ASBN) Latsar CPNS Kemendagri Gelombang I Tahun 2026 di Kantor BPSDM Kemendagri, Jakarta, Rabu (6/5/2026). (Foto: Puspen Kemendagri)
JAKARTA – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) bukan sekadar agenda formal bagi aparatur baru. Program tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam membentuk ASN yang profesional, inovatif, dan memiliki integritas dalam menjalankan pelayanan publik.

Sekretaris BPSDM Kemendagri, Afrijal Dahrin DJ, mengatakan Latsar CPNS dirancang untuk membekali peserta dengan pemahaman mendasar mengenai pemerintahan, pelayanan masyarakat, hingga dinamika pembangunan nasional dan daerah.

“Pelatihan ini tidak hanya memperkuat kemampuan teknis, tetapi juga mendorong peserta melahirkan inovasi serta ide yang implementatif untuk menyelesaikan persoalan di unit kerja masing-masing,” ujar Afrijal usai Upacara Api Semangat Bela Negara (ASBN) Latsar CPNS Kemendagri Gelombang I Tahun 2026 di Kantor BPSDM Kemendagri, Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Menurutnya, ASN masa kini dituntut tidak hanya memahami aturan birokrasi, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perubahan dan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

Simbol Semangat Pengabdian ASN

Afrijal menjelaskan, Upacara Api Semangat Bela Negara memiliki makna simbolis sebagai cahaya pengabdian bagi ASN. Api tersebut melambangkan semangat nasionalisme, integritas, dan komitmen pelayanan yang harus terus dijaga oleh setiap aparatur negara.

“Api ini menjadi simbol bahwa ASN harus mampu menjadi penerang dalam pelayanan publik dan penggerak pembangunan,” katanya.

Ia menambahkan, nilai integritas dan nasionalisme menjadi dasar penting yang harus tertanam sejak awal masa pembentukan CPNS.

Menurut Afrijal, amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah juga menekankan pentingnya tiga kompetensi utama bagi ASN, yakni kompetensi teknis, manajerial, dan pemerintahan.

Karena itu, pelaksanaan Latsar tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan kerja, tetapi juga memperkuat pemahaman tentang etika pemerintahan, hubungan pusat dan daerah, serta kualitas pelayanan publik.

“Kompetensi pemerintahan itu mencakup integritas, pelayanan masyarakat, etika pemerintahan, hingga pemahaman hubungan antara pemerintah pusat dan daerah,” jelasnya.

ASN Dituntut Peka terhadap Lingkungan Strategis

Pada kesempatan yang sama, Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen Kepemimpinan Kemendagri, Budi Santosa, menilai Kemendagri membutuhkan ASN yang tidak hanya kompeten secara administratif, tetapi juga peka terhadap berbagai persoalan strategis.

Menurut dia, ASN harus mampu memahami tantangan di lingkungan kerja maupun dinamika sosial masyarakat secara lebih luas.

“ASN harus tanggap ing sasmito. Mereka harus peka terhadap lingkungan strategis, baik di tempat kerja, masyarakat, maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Budi.

Ia menegaskan, profesi ASN sejatinya bukan sekadar pekerjaan rutin birokrasi, melainkan bentuk pengabdian kepada negara dan masyarakat.

Melalui Latsar CPNS, Kemendagri berharap lahir aparatur yang mampu bekerja profesional sekaligus memiliki semangat pelayanan dan loyalitas terhadap kepentingan publik.

(Puspen Kemendagri)