![]() |
| Presiden Direktur Sun Life Indonesia, Albertus Wiroyo. (Foto: Istimewa) |
Kondisi ekonomi dan kenaikan biaya hidup membuat pengelolaan keuangan semakin penting. Studi Financial Resilience Index 2026 yang diluncurkan Sun Life Indonesia menunjukkan 80 persen masyarakat Indonesia merasakan tekanan akibat meningkatnya biaya hidup. Hanya 14 persen responden yang merasa sangat aman secara finansial.
Presiden Direktur Sun Life Indonesia Albertus Wiroyo menyatakan, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya kesiapan finansial dalam menghadapi ketidakpastian sekaligus mempersiapkan kebutuhan jangka panjang.
"Di tengah perubahan kondisi ekonomi, kesiapan finansial menjadi kunci utama untuk membangun ketahanan finansial. Di sinilah peran mitra keuangan yang dapat dipercaya menjadi semakin penting, untuk memberikan rasa tenang dalam menghadapi ketidakpastian saat ini sekaligus membantu merencanakan masa depan," ujar Albertus dalam keterangan tertulisnya yang diterima Jumat (11/9/2026)
Bagi pemilik usaha, lanjut Albertus, salah satu langkah mendasar adalah memisahkan keuangan bisnis dari keuangan pribadi dan keluarga. Pencatatan serta rekening yang berbeda membuat kondisi usaha lebih mudah dipantau dan mengurangi risiko dana operasional digunakan untuk kebutuhan rumah tangga.
Langkah berikutnya adalah menyiapkan dana darurat. Cadangan keuangan tidak hanya dibutuhkan keluarga, tetapi juga bisnis. Dana tersebut dapat digunakan ketika terjadi penurunan penjualan, keterlambatan pembayaran pelanggan, atau kebutuhan usaha yang muncul secara tiba-tiba.
Pemilik usaha juga perlu mengevaluasi pengeluaran secara berkala. Tidak semua biaya harus dipangkas, tetapi pengeluaran sebaiknya diprioritaskan berdasarkan manfaatnya terhadap produktivitas, pelayanan, dan keberlangsungan hubungan dengan pelanggan.
Perlindungan terhadap aset dan pemilik usaha juga menjadi bagian penting. Dalam banyak bisnis, pemilik memiliki peran strategis karena menguasai pengetahuan, jaringan, serta keputusan utama. Risiko kesehatan dan jiwa karena itu perlu masuk dalam perencanaan keberlangsungan usaha.
Selain kebutuhan jangka pendek, pemilik usaha perlu mulai menyusun tujuan jangka panjang. Rencana tersebut dapat mencakup ekspansi bisnis, investasi, perlindungan keluarga, hingga perencanaan warisan.
Sun Life Indonesia, kata Albertus, juga menekankan pentingnya pendekatan menyeluruh dalam mengelola kekayaan bagi pemilik bisnis, termasuk aspek investasi, perlindungan kesehatan, perencanaan warisan, dan pendampingan finansial.
Studi yang sama menunjukkan 48 persen responden belum memiliki rencana keuangan jangka panjang atau baru merencanakan keuangan hingga satu tahun ke depan. Temuan ini memperlihatkan bahwa menjaga kondisi finansial bukan hanya soal menghadapi kebutuhan hari ini, tetapi juga memastikan tujuan masa depan tetap dapat dicapai. (*)
