THR Cair? Jangan Sampai Hanya “Numpang Lewat”! Ini 5 Strategi Cerdas Mengelolanya

Sun Life Syariah hadir menjadi teman seperjalanan keluarga Indonesia. (Foto Ilustrasi: Sun Life Indonesia)

JAKARTA – Tunjangan Hari Raya (THR) telah cair. Bagi sebagian besar pekerja, momen ini selalu dinanti. Saldo rekening mendadak bertambah, dan pikiran langsung dipenuhi rencana seru: belanja baju baru, menyiapkan hampers untuk sanak saudara, mudik ke kampung halaman, hingga janji mentraktir keluarga besar.

Euforia ini wajar. Lebaran adalah momen kebersamaan yang layak dirayakan dengan sukacita. 

Namun, tanpa perencanaan yang matang, kebahagiaan itu kerapkali hanya berlangsung singkat. Setelah hari raya usai, banyak orang menggeleng-geleng kepala melihat saldo yang terkuras habis. THR seolah hanya "numpang lewat" di rekening, pergi tanpa meninggalkan bekas berarti.

Padahal, jika dikelola dengan cerdas, THR bukan sekadar uang tambahan musiman. Ia adalah momentum langka yang bisa memperkuat fondasi keuangan keluarga. Lantas, bagaimana cara mengatur THR agar manfaatnya terasa hingga setelah Lebaran? Berikut lima strategi jitu yang bisa diterapkan:

1. Sisihkan untuk Kewajiban dan Berbagi (10–15%)

Langkah pertama yang paling utama adalah menunaikan kewajiban spiritual. Alokasikan sekitar 10–15 persen dari THR untuk zakat fitrah, sedekah, atau sekadar membantu anggota keluarga yang membutuhkan. 

Zakat fitrah sendiri saat ini rata-rata setara Rp50.000 per jiwa, tergantung wilayah. Selain membersihkan harta, berbagi di bulan suci akan melatih kita lebih bijak dalam mengontrol pengeluaran dan menumbuhkan rasa syukur.

2. Lunasi Utang dan Cicilan (10–20%)

Utang seperti paylater atau tagihan kartu kredit sering terasa ringan dicicil bulanan. Namun, jika dibiarkan menumpuk, ia bisa menjadi "beban diam-diam" yang menggerogoti keuangan. 

Gunakan sebagian THR untuk mengurangi atau melunasi utang konsumtif. Kondisi finansial akan jauh lebih lega setelah Lebaran jika tidak dibayangi tenggat waktu cicilan.

3. Alokasikan Kebutuhan Lebaran secara Bijak (40–50%)

Mudik, membeli pakaian baru, menyiapkan makanan khas, atau memberikan THR kepada keponakan adalah tradisi yang tak terpisahkan dari Idulfitri. 

Untuk itu, alokasikan dana terbesar, sekitar 40–50 persen, untuk kebutuhan ini. Namun, penting untuk membuat batas anggaran yang jelas agar pengeluaran tidak melebar ke mana-mana. Dengan begitu, sukacita Lebaran tetap terasa tanpa mengorbankan kesehatan finansial.

4. Amankan Dana Darurat dan Tabungan (10–20%)

Jangan lupa menyisihkan sebagian rezeki untuk masa depan. Idealnya, 10–20 persen dari THR bisa ditempatkan ke dana darurat atau instrumen likuid seperti tabungan syariah, Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) syariah, atau emas. 

Dana ini akan sangat berguna jika ada kebutuhan mendadak setelah Lebaran, misalnya biaya pendidikan anak atau perbaikan rumah.

5. Lengkapi dengan Perlindungan Keuangan yang Amanah

Banyak keluarga rajin menabung, tetapi lupa bahwa tabungan bisa luluh lantak dalam sekejap jika risiko besar datang. Biaya operasi darurat, penyakit kritis, atau kecelakaan bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah. 

Di sinilah pentingnya melengkapi perencanaan keuangan dengan perlindungan finansial.

Sebagai bentuk ikhtiar, Sun Life Syariah hadir menjadi teman seperjalanan keluarga Indonesia. Dengan prinsip tolong-menolong (tabarru'), peserta saling membantu menghadapi risiko kehidupan secara transparan dan sesuai syariah. Perlindungan ini memastikan bahwa tabungan yang sudah dibangun tidak terkuras habis hanya karena satu kejadian tak terduga.

THR sejatinya adalah kesempatan untuk memperkuat struktur keuangan keluarga. Dengan membaginya secara cerdas—untuk kewajiban agama, melunasi utang, merayakan Lebaran, menabung, dan mendapatkan perlindungan—Anda tidak hanya membuat Lebaran terasa meriah, tetapi juga memastikan masa depan yang lebih tenang.

Selamat merencanakan THR dengan bijak, dan selamat merayakan Idulfitri bersama keluarga tercinta!

Tentang Sun Life Indonesia

Sun Life merupakan perusahaan jasa keuangan internasional terkemuka yang menyediakan produk pengelolaan aset, kekayaan, asuransi, dan solusi kesehatan untuk individu maupun korporasi. 

Beroperasi di berbagai negara seperti Kanada, Amerika Serikat, Inggris, Hong Kong, hingga Australia, Sun Life tercatat di bursa saham Toronto (TSX), New York (NYSE), dan Filipina (PSE) dengan kode saham SLF. Hingga 31 Desember 2025, total aset kelolaan perusahaan mencapai CAD 1,60 triliun.

Di Indonesia, Sun Life hadir sebagai anak usaha yang menawarkan produk perlindungan dan pengelolaan kekayaan, mulai dari asuransi jiwa, pendidikan, kesehatan, hingga perencanaan pensiun. 

Didukung lebih dari 1.481 tenaga pemasar serta 31 Kantor Pemasaran Mandiri Konvensional dan 14 Kantor Pemasaran Mandiri Syariah, Sun Life Indonesia berkomitmen memberikan akses solusi asuransi yang lebih luas bagi masyarakat.

(Sumber: Sun Life Indonesia)