Membludak! 639 Ribu Pelamar Berebut 30 Ribu Posisi Manajer Kopdes Merah Putih

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan sekaligus Ketua Satgas Pembentukan Kopdes Merah Putih, Zulkifli Hasan. (Foto: setkab.go.id)
JAKARTA — Antusiasme masyarakat terhadap program rekrutmen Manajer Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih melonjak tajam. Pemerintah mencatat, jumlah pelamar mencapai 639.732 orang hingga penutupan pendaftaran pada 24 April 2026.

Program rekrutmen nasional ini membuka 30.000 posisi manajer yang akan ditempatkan di berbagai desa dan kelurahan di seluruh Indonesia. Inisiatif tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat ekonomi desa sekaligus membuka peluang kerja, khususnya bagi generasi muda.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan sekaligus Ketua Satgas Pembentukan Kopdes Merah Putih, Zulkifli Hasan, mengungkapkan bahwa dari ratusan ribu pelamar, sebanyak 483.648 orang dinyatakan lolos seleksi administrasi.

“Seleksi saat ini telah memasuki tahap tes kompetensi yang berlangsung pada 3 hingga 12 Mei 2026,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (4/5/2026).

Tes kompetensi dilakukan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT), metode yang juga digunakan dalam seleksi calon aparatur sipil negara (CASN). Sistem ini dinilai mampu menjamin transparansi dan objektivitas dalam proses seleksi.

Untuk menjangkau peserta secara luas, pemerintah menyediakan 72 titik lokasi ujian di berbagai daerah. Peserta dapat memilih lokasi terdekat dengan domisili mereka, sehingga memudahkan akses dan mengurangi beban biaya perjalanan.

Setelah tahap CAT, peserta yang lolos akan melanjutkan ke seleksi lanjutan berupa psikotes, tes mental ideologi, serta pemeriksaan kesehatan yang dijadwalkan pada 20–31 Mei 2026. Sementara itu, hasil akhir seleksi akan diumumkan pada 7 Juni 2026.

Menariknya, peserta yang dinyatakan lulus tidak langsung bertugas. Mereka terlebih dahulu akan mengikuti pelatihan dasar kemiliteran sebagai bagian dari komponen cadangan (komcad), serta pelatihan manajerial dan kompetensi bidang.

Zulkifli menambahkan, seluruh proses rekrutmen diawasi secara ketat oleh panitia seleksi nasional guna memastikan pelaksanaan yang bersih dan profesional.

“Proses ini harus objektif, transparan, dan akuntabel. Kami pastikan bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme,” tegasnya.

Zulkifli juga mengingatkan masyarakat untuk tidak tergiur oleh oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu. “Tidak ada bayaran apa pun dalam proses ini. Tidak ada titipan,” ujarnya menegaskan.

Program Kopdes Merah Putih sendiri merupakan salah satu langkah strategis pemerintah dalam membangun pusat pertumbuhan ekonomi baru di tingkat desa dan kelurahan. Melalui koperasi ini, pemerintah berupaya memangkas rantai distribusi yang selama ini dinilai terlalu panjang.

Selain itu, koperasi juga akan berfungsi sebagai offtaker atau penyerap hasil produksi masyarakat. Dengan peran tersebut, harga komoditas di tingkat petani diharapkan lebih stabil dan tidak merugikan produsen.

Sebagai contoh, pemerintah telah menetapkan harga pembelian pemerintah (HPP) untuk gabah kering panen sebesar Rp6.500 per kilogram. Jika harga pasar turun di bawah angka tersebut, Kopdes Merah Putih dapat membeli hasil panen petani untuk menjaga stabilitas harga.

Tak hanya berfokus pada sektor ekonomi, koperasi ini juga akan menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam penyaluran bantuan sosial dan barang subsidi. Dengan demikian, distribusi bantuan diharapkan lebih tepat sasaran dan efisien.

Langkah ini sejalan dengan upaya memperkuat ekonomi berbasis komunitas yang selama ini menjadi tulang punggung ketahanan nasional. Penguatan koperasi desa dinilai mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Dengan jumlah pelamar yang menembus ratusan ribu, program ini tidak hanya mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap sektor ekonomi desa, tetapi juga menjadi indikator kebutuhan akan lapangan kerja yang semakin besar.

Kini, publik menantikan hasil seleksi akhir yang akan menentukan siapa saja yang akan menjadi motor penggerak ekonomi desa melalui Kopdes Merah Putih.

(Berbagai Sumber)