![]() |
| Komandan PMPP TNI Mayjen Iwan Bambang Setiawan bersama peserta program Bela Negara dari Komunitas Pengusaha Syare'a World. (Foto: Dok. SyaREA World) |
BOGOR — Lebih dari 500 pelaku usaha dan profesional ambil bagian dalam program Bootcamp Bela Negara yang digelar selama dua hari satu malam di kawasan Hambalang, Bogor, akhir pekan lalu. Kegiatan ini menjadi langkah konkret memperkuat kedaulatan ekonomi sektor riil di tengah meningkatnya ancaman non-militer.
Program tersebut diinisiasi oleh komunitas pengusaha SyaREA World bekerja sama dengan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI. Dukungan juga datang dari Zeberline sebagai penyedia energi fosil dan terbarukan, serta sejumlah brand besar lainnya.
Kegiatan diawali dari Masjid Alumni IPB Bogor, tempat peserta melakukan registrasi dan pemeriksaan kesehatan. Selanjutnya, mereka diberangkatkan menuju Hambalang menggunakan konvoi 20 truk militer yang melintasi rute strategis Kota Bogor hingga Tol Jagorawi.
Tak hanya fisik, aspek mental dan spiritual juga mendapat perhatian. Peserta menjalani shalat berjamaah dan dzikir bersama sebagai bagian dari pembentukan ketahanan individu yang utuh.
Sebagian besar peserta merupakan generasi kedua pelaku usaha yang kini menghadapi tantangan baru, mulai dari disrupsi digital, tekanan ekonomi global, hingga perubahan perilaku pasar. Dalam konteks tersebut, penguatan karakter, disiplin, dan kepemimpinan dinilai menjadi bekal penting untuk menjaga keberlanjutan bisnis.
![]() |
| PMPP TNI memberikan bimbingan kepada peserta Bela Negara Masyarakat Sipil Komunitas Pengusaha Syare'a World. (Foto: Dok.Syare'a World) |
Komandan PMPP TNI, Mayjen TNI Iwan Bambang Setiawan, S.I.P, menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat sipil dalam program bela negara semakin relevan di tengah dinamika global saat ini.
“Ancaman yang kita hadapi saat ini tidak selalu bersifat fisik. Karena itu, bela negara perlu dimaknai lebih luas, termasuk melalui penguatan karakter dan kesiapan individu,” ujar Mayjen TNI Iwan seperti dalam siaran persnya pada Selasa (28/4/2026).
Dalam salah satu sesi, peserta juga mendapatkan pemaparan pengalaman langsung dari misi perdamaian di Lebanon. Sesi ini memberikan gambaran nyata tentang kondisi lapangan sekaligus pentingnya kesiapan mental dalam menghadapi situasi krisis.
Peserta juga diajak merefleksikan nilai pengorbanan melalui kisah gugurnya prajurit Indonesia dalam misi tersebut, sebagai pengingat akan tanggung jawab sebagai bagian dari bangsa.
Bela Negara tanpa Militerisasi
PMPP TNI menegaskan bahwa program bela negara bagi masyarakat sipil tetap berada dalam koridor edukatif dan tidak mengarah pada militerisasi.
“Pendekatannya bukan militerisasi, tetapi membangun kesadaran, disiplin, dan tanggung jawab sebagai warga negara,” jelas Mayjen Iwan.
Mayjen Iwan menambahkan, konsep bela negara ke depan harus bersifat inklusif dan relevan dengan perkembangan zaman, terutama dalam menghadapi ancaman non-militer seperti disinformasi, radikalisme, hingga krisis sosial.
Program Bootcamp Bela Negara ini diharapkan tidak berhenti sebagai pengalaman sesaat. Lebih dari itu, peserta diharapkan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing, baik dalam kehidupan sosial maupun dunia usaha.
(Siaran Pers)


