Pesan tersebut disampaikan Bima saat memberikan keynote speech pada Kongres IV Blok Pelajar Politik Merdeka yang berlangsung di Gedung Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Badan Narkotika Nasional (BNN), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (30/5/2026).
Menurut Bima, Indonesia saat ini berada dalam momentum penting berupa bonus demografi, yakni kondisi ketika jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan kelompok usia nonproduktif. Kondisi ini dinilai sebagai peluang emas yang dapat mendorong Indonesia menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar dunia pada masa mendatang.
Namun, ia mengingatkan bahwa bonus demografi bukanlah kondisi yang berlangsung selamanya.
“Saat ini kita tengah mendapatkan bonus demografi ketika usia produktif lebih banyak daripada lansia dan anak-anak. Tapi, bonus demografi ini enggak selamanya,” kata Bima.
Karena itu, ia menegaskan bahwa generasi muda harus memanfaatkan momentum tersebut dengan mempersiapkan diri sebaik mungkin melalui pendidikan, peningkatan keterampilan, dan penguatan karakter.
Dalam kesempatan itu, Bima juga mengingatkan para pelajar agar tidak terjebak dalam kebingungan menentukan arah masa depan. Menurutnya, setiap generasi muda perlu memiliki tujuan hidup yang jelas serta kemampuan untuk mengenali dan mengembangkan potensi diri.
Bima menilai keberhasilan suatu bangsa sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusianya. Oleh sebab itu, generasi muda Indonesia harus tumbuh menjadi individu yang adaptif, kreatif, dan siap menghadapi berbagai perubahan global yang berlangsung sangat cepat.
Lebih jauh, mantan Wali Kota Bogor tersebut menekankan pentingnya membangun jejaring dan kemampuan berkolaborasi. Menurutnya, era modern menuntut setiap individu untuk tidak hanya unggul secara personal, tetapi juga mampu bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menciptakan solusi bagi masyarakat.
“Ingat kata-kata saya. Masa depan akan dimiliki orang-orang yang terampil untuk menggunakan jejaring dan berkolaborasi,” ujarnya.
Bima juga mengajak para pelajar untuk memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial di sekitarnya. Generasi muda, menurutnya, harus menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan bangsa, mulai dari pendidikan, ekonomi, hingga persoalan sosial lainnya.
Selain meningkatkan kompetensi, generasi muda juga diingatkan agar tetap menjaga identitas dan semangat kebangsaan di tengah derasnya arus globalisasi. Ia menilai kemampuan beradaptasi dengan perkembangan dunia harus berjalan seiring dengan komitmen menjaga nilai-nilai kebangsaan.
Dalam pidatonya, Bima turut menyoroti pentingnya kemampuan membaca peluang dan memanfaatkan momentum. Menurutnya, banyak tokoh sukses di berbagai bidang mampu mencapai puncak karier karena memahami kapan harus mengambil langkah dan memanfaatkan kesempatan yang ada.
“Semua tokoh-tokoh besar adalah orang-orang yang hebat memanfaatkan momentum. Semua politisi, ilmuwan, pengusaha, itu mereka paham momentum,” tegasnya.
Ajakan Bima Arya tersebut sejalan dengan agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045 yang menempatkan penguatan kualitas sumber daya manusia sebagai salah satu pilar utama. Dengan bonus demografi yang diperkirakan mencapai puncaknya dalam dua dekade mendatang, generasi muda diharapkan menjadi motor penggerak pembangunan dan daya saing Indonesia di tingkat global.
(Puspen Kemendagri)
