Namun, acara ini bukan sekadar seremoni tahunan penuh senyum dan foto bersama. Lebih dari itu, Fadli Zon membedah makna kurban sebagai pondasi budaya Indonesia yang seringkali terlupakan: gotong royong dan solidaritas tanpa pamrih.
Di hadapan jajaran eselon I dan seluruh unit kerja Kementerian Kebudayaan, sang menteri menyampaikan apresiasi mendalam atas partisipasi semua pihak yang telah mengumpulkan 23 ekor sapi ras Bali dan Limosin. Sapi-sapi berbobot antara 300 hingga 600 kilogram ini akan disembelih pada Hari Tasyrik pertama, Kamis (28/5/2026) sore, di Rumah Potong Hewan (RPH) Gudang Sapi Tangerang (GST) Farm Tigaraksa.
Namun, pidato Fadli Zon-lah yang menjadi magnet utama. Ia dengan fasih merajut benang merah antara ritual keagamaan dan jati diri bangsa.
“Peringatan Iduladha ini merupakan satu peringatan yang penting, terutama bagi umat Islam. Karena di situ ada satu arti tentang pengorbanan, keikhlasan, tentang toleransi, solidaritas sosial, dan banyak nilai-nilai yang selama ini juga menjadi bagian dari budaya kita,” kata Fadli.
Menggali Makna "Berbagi" yang Mulai Luntur
Dalam narasi yang lebih dalam, Fadli Zon menyentil realitas sosial bahwa modernitas perlahan mengikis tradisi tolong-menolong. Ia menegaskan bahwa kurban adalah antitesis dari sikap individualistis yang kerap menjangkiti masyarakat urban. Menurutnya, budaya berbagi saat Iduladha adalah cermin asli dari sila keadilan sosial yang selama ini menjadi napas Indonesia.
“Kurban juga menjaga tradisi, bagaimana peringatan itu selalu mengingatkan kita kepada mereka yang membutuhkan, mereka yang memerlukan dukungan, bantuan, saling tolong-menolong, dan juga saling bahu-membahu di dalam berbagai situasi dan kesulitan. Nilai-nilai dan budaya seperti ini merupakan bagian paling penting yang juga mengakar di dalam budaya kita,” lanjut Fadli Zon menegaskan.
Pernyataan ini seakan menjadi tamparan halus bagi masyarakat modern yang kerap kali terlalu sibuk dengan gawai hingga lupa pada tetangga yang kelaparan. Di sinilah letak relevansi kurban: bukan cuma soal membagi daging, tetapi merawat ingatan kolektif bahwa bangsa ini dibangun di atas fondasi saling membantu.
Distribusi 4 Ton Daging: Dari Jabodetabek untuk Mustahik
Acara yang dihadiri penuh oleh pejabat tinggi kementerian, termasuk Staf Khusus Menteri Rachmanda Primayuda, Kepala Biro Humas Yayuk Sri Budi Rahayu, hingga jajaran inspektorat ini, menjadi bukti bahwa kebersamaan internal kementerian tetap solid. Total 23 sapi yang dikurbankan diperkirakan memiliki bobot total sekitar 7,7 ton dan berpotensi menghasilkan sekitar 4 ton lebih daging.
Daging-daging tersebut akan dikemas menjadi paket-paket berisi 2 kilogram dan didistribusikan pada Jumat pagi, 29 Mei 2026. Target distribusi tidak main-main, menyasar para mustahik atau orang yang berhak, termasuk pegawai Kementerian Kebudayaan di wilayah Jabodetabek yang membutuhkan.
Menutup sambutannya, Fadli Zon menyelipkan harapan agar perayaan Iduladha tahun ini tidak hanya membawa kebahagiaan, tetapi juga mempererat kembali simpul-simpul silaturahmi yang mungkin sempat renggang. Sebab sejatinya, sejatinya Indonesia memang dibesarkan oleh budaya berbagi.
(Humas Kementerian Kebudayaan RI)
