![]() |
| Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) yang berlangsung pada 20–30 April 2026 lalu berjalan lancar. (Foto: Humas Kemendikdasmen) |
Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen, Toni Toharudin, mengapresiasi kesiapan satuan pendidikan dan siswa yang sangat matang sejak hari pertama pelaksanaan.
"Persentase partisipasi dari SD/MI sederajat mencapai 98,51 persen dan konsisten di berbagai gelombang. Ini menjadi sinyal kuat bahwa TKA diterima dan dijalankan dengan serius oleh seluruh ekosistem pendidikan kita," ujar Toni dalam keterangan resmi yang diterima redaksi, Minggu (3/5/2026).
Hasil TKA Diumumkan Akhir Mei 2026
Bagi orang tua dan peserta didik yang menanti hasil, jangan cemas. Pemerintah memastikan hasil TKA akan resmi diumumkan pada 26 Mei 2026.
Kepala Pusat Asesmen Pendidikan, Rahmawati, menjelaskan bahwa hasil TKA akan disampaikan melalui satuan pendidikan dalam bentuk Daftar Kolektif Hasil TKA (DKHTKA). Seluruh data tersebut akan melalui proses verifikasi terlebih dahulu sebelum akhirnya diterbitkan Sertifikat Hasil TKA (SHTKA).
"Pada 26 Mei, hasil TKA diakses oleh satuan pendidikan. Setelah proses verifikasi, baru hasilnya disampaikan kepada peserta didik," jelas Rahmawati.
Dukungan untuk SPMB dan Antisipasi Kendala
Untuk mendukung lancarnya Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama dinas pendidikan daerah telah menyediakan akses hasil TKA secara host to host. Sistem ini disesuaikan dengan lini masa SPMB di masing-masing daerah, sehingga tidak saling bertabrakan.
Meski berjalan lancar, Kemendikdasmen mencatat ada 69 pelanggaran selama pelaksanaan TKA SD. Toni menegaskan bahwa tindak lanjut telah dilakukan secara cepat dan berjenjang.
"Beberapa dinas telah memberikan teguran tertulis, melakukan pembinaan, dan meminta pihak terkait menghapus konten media sosial yang melanggar. Kami juga melakukan flagging melalui sistem. Pengawas, penyelia, maupun proktor yang terbukti melanggar tidak akan direkomendasikan lagi pada penyelenggaraan TKA berikutnya," tegasnya.
Selain itu, kendala eksternal seperti pemadaman listrik hingga bencana alam di beberapa wilayah berhasil diantisipasi dengan ujian susulan. Dengan demikian, proses TKA secara keseluruhan tidak terganggu.
Manfaat Hasil TKA untuk Semua Pihak
Toni Toharudin menambahkan, hasil TKA bukan sekadar angka, tetapi alat penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
"Orang tua bisa memahami kemampuan anak sehingga pendampingan belajar menjadi lebih tepat. Bagi guru, hasil ini menjadi dasar untuk menyusun strategi pembelajaran yang efektif, termasuk pembelajaran terdiferensiasi," papar Toni.
Sementara itu, dinas pendidikan dapat memanfaatkan hasil TKA untuk melihat peta kualitas antarsekolah dan menyusun kebijakan berbasis data.
"Kami berkomitmen, apa pun hasil yang diperoleh akan menjadi dasar perbaikan kualitas pembelajaran melalui kebijakan yang mengarah pada pendidikan bermutu untuk semua," tutup Toni.
(Sumber: Kemendikdasmen)
