Poster dan Trailer "Andai Waktu Bisa Diulang Kembali" Diluncurkan, Kisah Haru tentang Ibu, Cinta, dan Harga Diri Siap Menguras Air Mata

Film drama keluarga Andai Waktu Bisa Diulang Kembali resmi memperkenalkan poster dan trailer perdananya kepada publik melalui acara peluncuran yang digelar di Travoy Hub, Jakarta, Jumat (26/6/2026). (Foto: Istimewa)
JAKARTA – Film drama keluarga Andai Waktu Bisa Diulang Kembali resmi memperkenalkan poster dan trailer perdananya kepada publik melalui acara peluncuran yang digelar di Travoy Hub, Jakarta, Jumat (26/6/2026). Momen tersebut sekaligus menjadi awal perjalanan promosi film yang dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia pada 30 Juli 2026.

Acara peluncuran dihadiri jajaran pemain dan tim produksi, di antaranya Davina Karamoy, Farhan Rasyid, Nadzira Shafa, Vonny Anggraini, Bismo Satrio, dan Mazaki Ahmad. Hadir pula Eksekutif Produser Ferly Halim, Produser sekaligus Penulis M. Ali Ghifari, serta Sutradara M. Amrul Ummami.

Melalui poster dan trailer yang baru dirilis, penonton diajak mengenal lebih dekat sosok Dinar, seorang perempuan muda yang tengah berjuang mempertahankan mimpi di tengah himpitan persoalan hidup yang datang bertubi-tubi. Film ini menyuguhkan drama emosional yang mengangkat tema keluarga, kasih sayang seorang ibu, cinta, hingga pengorbanan yang harus dibayar demi masa depan.

Perjuangan Seorang Anak dan Kasih Ibu Tanpa Batas

Trailer memperlihatkan hubungan hangat antara Dinar dan Mama Endang, perempuan yang telah membesarkan putrinya dengan penuh kasih sayang.

Namun, di balik sikap tegar dan penuh cinta, Mama Endang ternyata menyimpan kenyataan pahit yang tidak pernah diketahui Dinar. Ia diam-diam menanggung utang peninggalan sang suami sekaligus berjuang melawan penyakit kanker yang terus menggerogoti kesehatannya.

Beban tersebut sengaja dipendam agar sang anak tetap dapat melanjutkan hidup tanpa terbebani masalah keluarga.

Kisah hubungan ibu dan anak inilah yang menjadi salah satu kekuatan utama film. Trailer memperlihatkan bagaimana kasih sayang orang tua terkadang diwujudkan melalui pengorbanan yang tidak selalu terlihat oleh anak-anaknya.

Harapan Baru Bernama Faiz

Di tengah tekanan hidup yang semakin berat, Dinar bertemu dengan Faiz, sosok pria yang membawa harapan baru dalam kehidupannya.

Kehadiran Faiz bukan hanya memberikan dukungan emosional, tetapi juga diterima dengan hangat oleh Mama Endang. Hubungan mereka memberi secercah kebahagiaan di tengah situasi yang serba sulit.

Meski demikian, kenyataan hidup tak semudah yang dibayangkan. Dinar harus memikirkan biaya kuliah, melunasi utang keluarga, sekaligus mencari dana untuk pengobatan ibunya.

Kondisi tersebut membuatnya berada di persimpangan hidup yang sangat menentukan.

Dilema yang Menguji Harga Diri

Konflik semakin memuncak ketika Firman hadir membawa tawaran yang tampak mampu menyelesaikan seluruh persoalan finansial Dinar.

Namun, bantuan tersebut bukan tanpa konsekuensi. Ada harga yang harus dibayar, sebuah pilihan yang berpotensi mengorbankan harga diri dan prinsip hidupnya.

Trailer sengaja tidak mengungkap seluruh cerita, tetapi cukup memberikan gambaran bahwa penonton akan disuguhkan konflik emosional yang penuh kejutan hingga akhir film.

Mengangkat Realitas Kehidupan

Andai Waktu Bisa Diulang Kembali tidak hanya menawarkan kisah romansa, tetapi juga menyentuh berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat, mulai dari perjuangan mengejar pendidikan, tekanan ekonomi keluarga, penyakit yang menguras harapan, hingga dilema moral ketika seseorang dihadapkan pada pilihan yang sulit.

Nuansa drama yang dibangun dalam trailer dipenuhi adegan emosional dengan sinematografi yang hangat, memperkuat pesan tentang arti keluarga, ketulusan cinta, dan besarnya pengorbanan seorang ibu bagi anaknya.

Melalui peluncuran poster dan trailer ini, film produksi FMM Studios bersama Langit Pictures Indonesia mulai memperkenalkan warna cerita yang diyakini mampu menyentuh hati penonton dari berbagai kalangan.

Film Andai Waktu Bisa Diulang Kembali dijadwalkan mulai tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 30 Juli 2026.

(*)