Prof Rokhmin: Kurangnya Kesinambungan Kebijakan Hambat Pertumbuhan Ekonomi, Khususnya Sektor Kelautan-Perikanan

Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, M.S. dalam podcast bertajuk “Blue Food Indonesia Nomor 1 Dunia untuk Ketahanan Pangan” di Youtube yang dipandu oleh praktisi dan pengamat lingkungan hidup, Prof. Hadi Sukadi Alikodra, dikutip pada Senin (1/9/2025). (Foto: Istimewa)

JAKARTA -- Anggota Komisi IV DPR RI sekaligus mantan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, M.S., bersama Guru Besar IPB University, Prof. Dr. Hadi Sukadi Alikodra, membahas tantangan dan strategi pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Prof Rokhmin menyoroti masih ada kurangnya kesinambungan kebijakan yang kerap menghambat pertumbuhan ekonomi, khususnya di sektor kelautan dan perikanan.

Menurut Prof Rokhmin, kunci mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 adalah peningkatan daya saing produk nasional. Ia menekankan bahwa sebuah produk baru bisa dianggap berdaya saing tinggi jika memenuhi empat kriteria: kualitas yang baik, harga terjangkau, pasokan yang teratur, serta ramah lingkungan. Semua sektor dari kelautan hingga pertanian dan energi juga harus berkontribusi dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. 

“Suatu produk itu punya daya saing yang tinggi kalau punya empat ciri: kualitas, harga murah, pasokan reguler, dan ramah lingkungan,” ujar Prof Rokhmin dalam podcast bertajuk “Blue Food Indonesia Nomor 1 Dunia untuk Ketahanan Pangan” di Youtube yang dipandu oleh praktisi dan pengamat lingkungan hidup, Prof. Hadi Sukadi Alikodra, dikutip pada Senin (1/9/2025). 

Kedua, profesor  dari IPB ini juga sepakat bahwa keberhasilan pembangunan sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia (SDM) dan kapasitas institusi. Kedua profesor itu pun menekankan pentingnya peran ilmu pengetahuan dan data dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan agar Indonesia mampu keluar dari jebakan negara berpenghasilan menengah. 

Sebagai penutup, keduanya menyatakan keyakinannya terhadap generasi muda Indonesia. “Saya percaya, dengan anak-anak muda yang cerdas, berintegritas, dan berakhlak mulia, kita akan mampu memenuhi tantangan itu,” ujar Prof. Rokhmin menandaskan.

(***)