![]() |
| Tania Anastasya Putri yang menamatkan studi S2 di Program Magister Manajemen Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dalam waktu hanya 1 tahun 1 bulan 9 hari. (Foto: ugm.ac.id) |
Namun, ada yang berbeda dari sosok Tania Anastasya Putri. Wanita muda ini baru saja mengukir prestasi langka. Ia berhasil lulus dari Program Magister Manajemen (MM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta hanya dalam waktu 1 tahun 1 bulan 9 hari.
Ya, tepat. Angka itu sangat jauh di bawah rata-rata masa studi mahasiswa S2 UGM yang biasanya mencapai 2 tahun 1 bulan. Sebuah lompatan waktu yang membuat banyak mahasiswa lain melongo tidak percaya.
Bukan Otak Mati, Ini Rahasianya
Lantas, apa resep ajaib Tania sehingga bisa melesat begitu cepat? Bagi yang membayangkan ia seorang kutu buku dengan jam belajar 24 jam, tebakan itu mungkin meleset.
Menurut penuturan Tania yang dikutip dari laman resmi UGM, Selasa (28/4/2026), kuncinya ada pada komitmen dan disiplin buta terhadap timeline. Ia tidak ingin berlama-lama di bangku kuliah karena orientasinya adalah praktis: segera mengaplikasikan ilmu di dunia kerja.
"Saya ingin segera mengaplikasikan ilmu yang saya pelajari, dan saya memiliki komitmen pribadi untuk disiplin terhadap timeline yang sudah saya tetapkan," ujar Tania dengan mantap.
Tania tidak sekadar berangan-angan. Sejak hari pertama kuliah, Tania sudah menyusun jadwal yang terstruktur. Ia memetakan kapan harus riset, kapan bimbingan, dan kapan mengerjakan administrasi. Konsistensi menjalankan jadwal itulah yang membuat ritme belajarnya selalu steril dari penundaan.
Strategi Jitu: Proposal Disicil Sejak Awal
Salah satu "senjata rahasia" Tania yang paling cerdik adalah perencanaan penelitian yang dilakukan sejak dini. Ia tidak menunggu hingga semester akhir untuk pusing memikirkan tesis.
"Saya merencanakan penelitian sejak awal, mulai dari proposal hingga kesimpulan, serta disiplin mengikuti bimbingan dan melakukan evaluasi mandiri," jelas Tania.
Tania sudah menyicil susunan proposal dan kerangka berpikir di sela-sela kesibukan kuliah biasa. Dengan begitu, saat teman-temannya baru mulai meraba-raba topik penelitian, Tania sudah selangkah lebih maju dan siap tancap gas.
Ada Harga yang Dibayar: Liburan dan Pesta Tahun Baru Terkorbankan
Meski terlihat mulus, Tania tidak menampik bahwa lulus cepat menyisakan banyak pengorbanan. Ia mengaku harus mengurangi waktu bermain, bersosialisasi, bahkan liburan bersama teman-teman secara drastis.
"Malam tahun baru pun saya habiskan untuk menyusun Bab 4 tesis. Saya sempat mengurangi waktu bersosialisasi dan hiburan. Tapi saya menganggap itu sebagai bagian dari perjuangan dan pengalaman berharga," kenangnya.
Tania juga menyadari keberhasilannya bukan kerja individu semata. Ia mengapresiasi pembimbing yang memberikan arahan jelas dan konstruktif, serta dukungan moral dari keluarga dan sahabat yang selalu menjaga semangatnya.
Pesan Tania untuk mahasiswa lain yang sedang berjuang: "Manfaatkan waktu studi dengan maksimal dan jangan ragu mencari peluang. Jangan biarkan hari-harimu terlewat sia-sia."
Dengan prestasi ini, kini publik menanti bagaimana Tania akan mengaplikasikan ilmunya yang padat itu untuk kontribusi nyata bagi masyarakat dan dunia akademik.
(Sumber: UGM)
