Target 25.000 Koperasi Merah Putih dalam 3 Bulan, Presiden Prabowo: Ini Sejarah Dunia

Presiden RI Prabowo Subianto. (Foto: Setneg.go.id)
JAKARTA – Pemerintah di bawah komando Presiden RI Prabowo Subianto tengah menggerakkan mesin ekonomi kerakyatan skala masif. Targetnya tidak main-main: lebih dari 25.000 Koperasi Merah Putih akan berdiri hanya dalam waktu tiga bulan ke depan.

Kebijakan ini dinilai sebagai terobosan agresif untuk memperkuat struktur ekonomi dari akar rumput, sekaligus menjawab tantangan rantai distribusi yang selama ini membebani harga kebutuhan pokok masyarakat.

"Sebentar lagi kita akan resmikan 1.000 Koperasi Merah Putih. Kemungkinan, dua tiga minggu lagi. Sesudah itu, dua sampai tiga bulan lagi kita akan resmikan lebih dari 25.000 koperasi," ujar Prabowo dalam acara groundbreaking 13 proyek hilirisasi di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (30/4/2026).

Kepala Negara menjelaskan bahwa koperasi ini bukan sekadar wacana atau struktur administrasi. Setiap unit akan dibangun sebagai lembaga fisik dengan sarana pendukung lengkap.

"Coba dibuka dalam sejarah, saya minta buka dalam sejarah dunia, ada nggak 25 ribu, atau 30 ribu koperasi bisa dibangun dan diselesaikan dalam satu tahun," tegas Prabowo penuh optimisme.

Ekonomi Kerakyatan Berbasis Logistik

Dari sisi ekonomi, Program Koperasi Merah Putih dirancang untuk memotong rantai pasok yang panjang. Setiap koperasi akan dilengkapi gudang penyimpanan, alat pendingin (cold storage), hingga kendaraan operasional untuk distribusi barang.

Fokus utama inisiatif ini adalah menstabilkan harga pangan. Dengan koperasi sebagai agregator utama di tingkat desa, petani dan nelayan tak perlu lagi menjual hasil panennya melalui tengkulak yang kerap memangkas margin keuntungan.

Selain itu, koperasi juga akan menyediakan layanan simpan pinjam, penyaluran pupuk bersubsidi, hingga fasilitas cold storage khusus untuk nelayan. Ini menjadi lompatan strategis untuk menekan inflasi daerah dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

Berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025, program ini menargetkan hingga 80.000 unit Koperasi Merah Putih di seluruh pelosok Indonesia. Namun, capaian 25.000 unit dalam tempo tiga bulan pertama akan menjadi ujian sekaligus bukti nyata keseriusan pemerintah.

Langkah Digitalisasi dan Keberlanjutan

Yang membedakan program ini dari inisiatif koperasi sebelumnya adalah sistem digitalisasi tata kelola niaga. Koperasi Merah Putih tidak dikelola secara manual, melainkan menggunakan platform digital agar distribusi serta pencatatan keuangan lebih transparan.

Diharapkan, keberadaan koperasi ini menjadi pilar baru ekonomi desa yang mandiri, mempercepat kedaulatan pangan, sekaligus menciptakan lapangan kerja di sektor logistik dan perdagangan.

Para ekonom pun menyoroti bahwa tantangan terbesar bukan hanya pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pengelolaan sumber daya manusia serta kepastian rantai pasok dari produsen ke gudang koperasi.

Namun, Presiden Prabowo tampak yakin. Baginya, membangun ribuan koperasi dalam hitungan bulan adalah sebuah keniscayaan jika dikelola dengan sistem yang terintegrasi dan komando yang jelas.

(Sumber: siaran YouTube Sekretariat Kabinet)