"Saya merasa bahwa kaum buruh selalu mendukung saya sekian kali. Saya merasa jadi Presiden RI karena dukungan kaum buruh, kaum tani, kaum nelayan, kaum pekerja seluruh Indonesia," kata Prabowo dalam pidatonya di hadapan puluhan ribu pekerja.
Pernyataan ini langsung disambut gemuruh sorak dan tepuk tangan dari massa buruh yang sejak pagi sudah memadati kawasan patung kuda Monas.
Sumpah di Hari Buruh
Tak berhenti di situ, Presiden ke-8 RI itu naikkan intensitas pidatonya. Ia bersumpah di depan umum untuk berjuang menyejahterakan seluruh rakyat, khususnya mereka yang masih bergelut dengan kesulitan ekonomi.
"Dan saya bertekad, saya bersumpah untuk berjuang untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia dan terutama mereka-mereka yang hidupnya masih sulit," ucap Prabowo dengan suara lantang.
Dalam momentum 1 Mei yang ia sebut sebagai "hari perjuangan kaum buruh sedunia", Prabowo tampak memilih strategi politik yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Alih-alih sekadar seremoni, ia menjadikan panggung May Day sebagai ajak deklarasi politik terbuka.
Klaim Satu Tahun Pemerintahan
Presiden juga tidak melewatkan kesempatan untuk mempromosikan kinerja pemerintahannya yang genap satu tahun. Ia meminta para pekerja menilai sendiri kebijakan-kebijakan yang telah diambil.
"Saudara-saudara sekalian, saya kira dalam satu tahun ini saudara-saudara bisa menilai kebijakan-kebijakan yang diambil oleh pemerintah yang saya pimpin adalah kebijakan-kebijakan yang membela seluruh rakyat Indonesia, terutama kaum buruh," klaim Prabowo.
Prabowo menegaskan bahwa tugas pemerintah adalah memperjuangkan kepentingan rakyat dan memastikan kebijakan berpihak pada masyarakat, terutama kaum buruh.
Tekad tak Gentar
Di akhir pidatonya, Prabowo menyampaikan komitmen yang keras. Ia berjanji tidak akan gentar, menyerah, atau ragu-ragu dalam membela kepentingan rakyat Indonesia.
"Itu adalah tugas saya, itu adalah tugas pemerintah yang saya pimpin, dan itu adalah tekad kami. Kami tidak akan gentar, kami tidak akan menyerah, kami tidak akan ragu-ragu untuk membela kepentingan rakyat Indonesia," pungkas Prabowo.
Pidato ini jelas menjadi sinyal politik kuat bahwa Prabowo ingin mengamankan basis massa buruh sebagai salah satu pilar utama kekuasaannya di sisa masa jabatan. Apakah sumpah ini akan benar-benar diwujudkan dalam kebijakan? Publik menunggu.
(Sekretariat Presiden)
