![]() |
| Gelombang serangan bom mengguncang wilayah Thailand bagian selatan pada Minggu (11/1/2026) dinihari. (Foto: Pixabay) |
JAKARTA -- Gelombang serangan bom mengguncang wilayah Thailand bagian selatan pada Minggu (11/1/2026) dinihari. Sedikitnya 11 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di tiga provinsi, yakni Narathiwat, Pattani, dan Yala, menjadi sasaran aksi terkoordinasi yang berlangsung hampir bersamaan.
Angkatan Darat (AD) Thailand menyatakan, rangkaian ledakan terjadi dalam rentang sekitar 40 menit setelah tengah malam. Bom yang diledakkan di sejumlah SPBU menyebabkan kerusakan pada fasilitas pompa bahan bakar dan memicu kebakaran di beberapa lokasi.
Gubernur Narathiwat, Boonchauy Homyamyen, mengatakan kelompok pelaku datang secara cepat dan langsung menargetkan fasilitas SPBU. “Kejadiannya hampir bersamaan. Pompa bahan bakar rusak akibat ledakan,” ujarnya kepada media lokal dikutip dari AFP.
Dalam peristiwa tersebut, empat orang dilaporkan mengalami luka-luka, terdiri atas seorang polisi, seorang petugas pemadam kebakaran, serta dua karyawan SPBU. Seluruh korban telah mendapatkan perawatan medis dan dilaporkan tidak mengalami luka serius.
Komando Operasi Keamanan Internal Thailand Wilayah 4 menyebutkan, serangan itu menyebabkan kerusakan properti yang cukup luas. Hingga kini, belum ada pihak yang mengeklaim bertanggung jawab atas aksi tersebut.
Sebagai langkah pengamanan, militer Thailand meningkatkan status siaga di wilayah terdampak dan memperketat patroli guna mencegah serangan lanjutan. Wilayah Thailand selatan telah lama menjadi daerah rawan akibat konflik bersenjata yang berkepanjangan.
(***)
