![]() |
| Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menghadiri acara peluncuran dan bedah buku Indonesia Menuju Swasembada Papan 2045 di Menara 2 BTN, Setiabudi, Jakarta, Rabu (21/5/2026). |
Buku yang ditulis oleh Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah itu dinilai menghadirkan gagasan strategis mengenai arah pembangunan sektor perumahan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Dalam sambutannya, Fadli Zon memberikan apresiasi terhadap isi buku yang dianggap mampu memotret persoalan hunian di Indonesia secara komprehensif dan kontekstual.
“Buku ini bukan hanya berisi gagasan, tetapi juga memuat road map pembangunan Indonesia di masa depan, khususnya terkait kebutuhan papan bagi masyarakat,” ujar Fadli Zon.
Menurutnya, persoalan hunian memiliki keterkaitan erat dengan kualitas hidup masyarakat. Ia menilai kebutuhan dasar seperti pangan, sandang, dan papan merupakan indikator penting dalam menciptakan masyarakat yang sejahtera dan bahagia.
Fadli kemudian mengutip pemikiran Wakil Presiden pertama RI, Mohammad Hatta atau Bung Hatta, mengenai makna kemerdekaan yang sesungguhnya.
“Saya teringat perkataan Bung Hatta, bahwa bangsa yang merdeka adalah bangsa yang rakyatnya bahagia. Kebahagiaan itu hadir ketika rakyat memiliki pangan, sandang, papan, perlindungan kesehatan, dan jaminan hari tua,” kata Fadli.
Ia juga menegaskan bahwa gagasan dalam buku tersebut sejalan dengan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 yang menekankan pemanfaatan sumber daya alam sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat.
Fadli turut menyinggung pidato Presiden Prabowo Subianto di DPR yang menekankan pentingnya kembali pada semangat ekonomi kerakyatan sesuai konstitusi.
“Pasal 33 sangat penting. Bumi, air, dan kekayaan alam harus digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat, termasuk dalam penyediaan perumahan sosial,” jelasnya.
Acara bedah buku tersebut juga menghadirkan sejumlah tokoh dan pakar di bidang pembangunan dan perumahan, di antaranya Komisaris BTN Panangian Simanungkalit, Ketua Umum Realestat Indonesia Joko Suranto, arsitek sekaligus Director at Rujak Center for Urban Studies Marco Kusumawijaya, serta tokoh senior perumahan Iskandar Saleh.
Marco Kusumawijaya menilai buku tersebut menghadirkan gagasan penting mengenai peran negara dalam menjaga keseimbangan pasar perumahan nasional. “Saat ini kemampuan beli masyarakat sangat kecil. Karena itu, negara perlu hadir untuk menjaga stok perumahan sosial,” ujarnya.
Senada dengan itu, Iskandar Saleh berharap konsep rumah sosial yang diusung dalam buku tersebut dapat menjadi solusi nyata bagi masyarakat menengah ke bawah yang masih kesulitan memperoleh hunian layak.
Peluncuran buku ini turut dihadiri sejumlah pejabat Kabinet Merah Putih, di antaranya Afriansyah Noor, M. Anis Matta, Diana Kusumastuti, Ahmad Riza Patria, Ossy Dermawan, R.A Isyana Bagoes Oka, hingga Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo.
Menutup dialog, Fadli Zon berharap buku *Indonesia Menuju Swasembada Papan 2045* dapat menjadi pemantik sinergi lintas kementerian dalam menghadirkan hunian layak sekaligus membangun ekosistem sosial dan kebudayaan yang berkelanjutan di Indonesia.
(Kementerian Kebudayaan)
