Samsung Bangkit Rebut Lagi Takhta Pasar Ponsel Dunia dari Apple di Awal 2026

Setelah sempat tergeser oleh Apple, Samsung berhasil merebut kembali mahkota sebagai raja pasar ponsel dunia pada kuartal pertama 2026. (Foto: ilustrasi AI)

JAKARTA – Persaingan di panggung global ponsel pintar kembali memanas. Setelah sempat tergeser oleh Apple, Samsung berhasil merebut kembali mahkota sebagai raja pasar ponsel dunia pada kuartal pertama 2026. Performa ini bukan kebetulan, melainkan hasil dari lini terbaru yang meledak di pasaran.

Berdasarkan laporan firma riset ternama Omdia yang dirilis Kamis (30/4/2026), Samsung mengirimkan 65,4 juta unit ponsel ke seluruh dunia. Angka ini mengamankan pangsa pasar sebesar 22 persen.

Lebih menggembirakan lagi, capaian ini melonjak sekitar 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan itu sekaligus membalikkan keadaan setelah Apple sempat unggul di beberapa kuartal sebelumnya.

Galaxy S26 Jadi Mesin Pendorong

Apa rahasia kebangkitan Samsung? Jawabannya ada pada seri Galaxy S26.

Lini terbaru yang diluncurkan awal tahun ini, termasuk Galaxy S26+, dan Galaxy S26 Ultra, menjadi primadona. Varian Ultra yang dibanderol paling mahal justru menjadi model paling diminati.

Laporan sebelumnya bahkan menyebut seri ini berpotensi melampaui penjualan generasi-generasi sebelumnya. Strategi Samsung mempertahankan varian Ultra sebagai "kuda besi" tampaknya membuahkan hasil.

Apple di Posisi Kedua, Xiaomi Merosot

Di belakang Samsung, Apple tetap perkasa dengan mengirimkan 60,4 juta unit iPhone. Pangsa pasar mereka tercatat 20 persen, sebuah peningkatan tipis dari tahun lalu yang berada di angka 19 persen.

Namun, nasib berbeda dialami pabrikan asal China, Xiaomi. Mereka mencatatkan pengiriman 33,8 juta unit dengan pangsa pasar 11 persen. Yang menyedihkan, angka ini ambles 19 persen secara tahunan.

OPPO (termasuk OnePlus dan Realme) berada di posisi keempat dengan 30,7 juta unit (pangsa 10 persen), turun 6 persen. Sementara Vivo mengirimkan 21,3 juta unit (pangsa 7 persen), terkoreksi 7 persen.

Ancaman di Paruh Kedua Tahun

Secara keseluruhan, pasar ponsel global hanya tumbuh tipis 1 persen. Namun, Omdia memperingatkan adanya potensi pelemahan pada paruh kedua tahun ini.

Penyebabnya adalah kenaikan harga chip memori yang diprediksi akan menekan pendapatan para produsen ponsel pintar dalam beberapa tahun ke depan.

Samsung memang juara di kuartal ini, namun perang sesungguhnya masih panjang.

(Sumber: Omdia)