![]() |
| Jamaah haji melakukan tawaf di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi. (Foto: MCH 2026) |
Peluncuran rencana tersebut dilakukan oleh Presiden Urusan Keagamaan Abdulrahman Al-Sudais di dua masjid suci dalam sebuah seremoni di Makkah, Rabu (22/4/2026). Program ini dirancang untuk memperkaya pengalaman spiritual jamaah sekaligus memperluas jangkauan dakwah Islam ke tingkat global.
“Sebanyak 150 inisiatif telah disiapkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan bagi jamaah haji,” ujar Al-Sudais, seperti dikutip dari Saudi Press Agency.
Hadirkan AI dan Layanan 60 Bahasa
Dalam rencana tersebut, pengelola menghadirkan 10 jalur pengayaan layanan, termasuk integrasi teknologi kecerdasan buatan (AI) yang menjadi bagian penting transformasi layanan haji.
Penggunaan AI dinilai mampu meningkatkan efisiensi pelayanan, sekaligus memberikan pengalaman ibadah yang lebih nyaman dan terarah bagi jamaah dari berbagai negara.
Tak hanya itu, layanan keagamaan juga akan tersedia dalam 60 bahasa melalui sistem digital canggih. Langkah ini bertujuan menjangkau jamaah global sekaligus menyebarkan pesan moderasi dari dua masjid suci kepada dunia internasional.
Fokus pada Pengalaman Spiritual Jamaah
Rencana operasional ini disusun dengan pendekatan terintegrasi berbasis prinsip keagamaan yang kuat. Program-program yang dihadirkan tidak hanya berfokus pada pelayanan teknis, tetapi juga pada pengayaan spiritual dan edukasi jamaah selama menjalankan ibadah haji.
Menurut Al-Sudais, inovasi ini mencerminkan komitmen pemerintah Arab Saudi dalam memberikan pelayanan terbaik bagi tamu Allah setiap tahunnya.
Dengan kombinasi teknologi modern, layanan multibahasa, dan pendekatan spiritual yang komprehensif, penyelenggaraan haji 2026 diharapkan menjadi lebih inklusif, efisien, dan bermakna bagi jutaan jamaah dari seluruh dunia.
(Sumber: Saudi Press Agency)
