Ajarkan Anak Mengelola Uang Sejak Dini, Ini 5 Tahapan yang Bisa Diterapkan Orang Tua

President Director Sun Life Indonesia, Albertus Wiroyo (jaket biru), menjelaskan pentingnya mempersiapkan generasi penerus tidak hanya melalui peninggalan materi, tetapi juga bekal pengetahuan dan nilai-nilai kehidupan. (Foto: Sun Life Indonesia)
REPUBLIKA ONLINE; JAKARTA — Pendidikan keuangan bagi anak dapat dimulai dari kebiasaan sederhana di rumah. Orang tua tidak harus menunggu anak beranjak dewasa untuk mengenalkan cara menggunakan uang, menabung, hingga memahami investasi. Pembelajaran yang diberikan secara bertahap dapat membantu anak membangun tanggung jawab finansial sekaligus memahami arti warisan keluarga.

President Director Sun Life Indonesia, Albertus Wiroyo, menjelaskan pentingnya mempersiapkan generasi penerus tidak hanya melalui peninggalan materi, tetapi juga bekal pengetahuan dan nilai-nilai kehidupan. 

"Pendidikan, kebiasaan mengelola keuangan, serta pemahaman terhadap tanggung jawab keluarga menjadi bagian dari warisan yang dapat diteruskan antargenerasi," ujar Albertus dalam keterangan persnya, Jumat (16/10/2026).

Hal tersebut sejalan dengan temuan Sun Life Asia Study 2026 bertajuk “Meneruskan Warisan: Ketika Warisan Lebih dari Sekadar Kekayaan”. Dalam survei terhadap 506 responden di Indonesia, sebanyak 65 persen responden menempatkan kesempatan memperoleh pendidikan dan kekayaan sebagai bagian dari tiga prioritas utama warisan. Sementara itu, 47 persen responden memilih tradisi keluarga sebagai hal penting untuk diwariskan.

Agar pemahaman tentang uang tumbuh seiring perkembangan usia, berikut lima pendekatan yang dapat diterapkan orang tua.

Pertama, mengenalkan fungsi uang melalui uang saku. Pada usia sekolah dasar, anak dapat mulai belajar membedakan kebutuhan dan keinginan. Orang tua bisa membiasakan anak menyisihkan sebagian uang saku untuk ditabung, menggunakan sebagian untuk kebutuhan, serta berbagi dengan orang lain.

Kedua, membantu anak menetapkan tujuan menabung. Ketika memasuki usia praremaja, anak dapat diajak merencanakan pembelian barang yang dibutuhkan, seperti buku, perlengkapan belajar, atau perangkat pendukung pendidikan. Dengan begitu, anak memahami bahwa mencapai tujuan membutuhkan perencanaan dan kedisiplinan.

Ketiga, membicarakan perjalanan keluarga. Saat anak mulai beranjak remaja, orang tua dapat berbagi pengalaman mengenai perjuangan keluarga, perjalanan karier, usaha, serta keputusan penting yang pernah diambil. Cerita tersebut bisa menjadi sarana untuk mengenalkan nilai kerja keras dan tanggung jawab.

Keempat, memberikan pemahaman tentang pengelolaan keuangan. Anak yang mendekati usia dewasa perlu mengenal arus kas, dana darurat, tabungan, investasi, dan perlindungan keuangan. Penjelasannya perlu disesuaikan dengan tingkat pemahaman, tujuan, dan profil risiko masing-masing.

Kelima, melibatkan anak dalam diskusi keluarga. Ketika memasuki usia dewasa muda, mereka dapat mulai memahami pertimbangan di balik keputusan mengenai karier, aset, investasi, dan rencana masa depan keluarga.

Melalui pembelajaran bertahap, orang tua dapat membantu anak memandang warisan bukan semata-mata sebagai harta yang diterima, melainkan juga pengetahuan, nilai, dan tanggung jawab yang perlu dijaga serta diteruskan kepada generasi berikutnya.

(*)