Pegadaian dan FORTEGIF Dampingi Petani Perkotaan Surabaya Lewat Program The Gade Integrated Farming

PT Pegadaian melalui Divisi Environmental, Social, and Governance (ESG) dan Kantor Wilayah (Kanwil) XII Surabaya berkolaborasi dengan Forum Tani Organik Terpadu (FORTEGIF) Indonesia untuk memperkuat pertanian perkotaan di Surabaya. (Foto: Dok. ESG)
REPUBLIKA ONLINE; SURABAYA -- PT Pegadaian melalui Divisi Environmental, Social, and Governance (ESG) dan Kantor Wilayah (Kanwil) XII Surabaya berkolaborasi dengan Forum Tani Organik Terpadu (FORTEGIF) Indonesia untuk memperkuat pertanian perkotaan di Surabaya. Kolaborasi ini diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi, edukasi, dan pendampingan bagi Kelompok Tani (Poktan) Lestari di Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Jambangan.

Kegiatan yang bertepatan dengan peringatan Hari Pangan Sedunia pada 16 Oktober tersebut menjadi bagian dari program The Gade Integrated Farming (TGIF). Melalui program bertema “Menabur Benih, Menuai Emas”, Pegadaian mendorong petani perkotaan mengoptimalkan lahan, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.

Sekretaris Jenderal FORTEGIF, Baharudin Rahman, menyatakan bahwa petani memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan kehidupan dan ketahanan pangan Indonesia. Ia mengutip penggalan lagu kebangsaan Indonesia Raya untuk menggambarkan besarnya tanggung jawab tersebut.

“Artinya, tugas petani adalah sebagai penjaga tanah negeri Indonesia. Melalui program The Gade Integrated Farming, kita bersama-sama menabur benih dan menuai emas,” ujar Baharudin, Jumat (16/10/2026).

Kepala Departemen ESG PT Pegadaian, Meri Andriati Surya, berharap sosialisasi dan lokakarya TGIF tidak berhenti pada penambahan pengetahuan, tetapi juga menghasilkan penerapan nyata di lapangan. Menurutnya, kegiatan ini dapat memperkuat kolaborasi, meningkatkan kompetensi, serta mendorong pola kerja yang inovatif dan berorientasi pada hasil.

Sementara itu, Deputy Operasional PT Pegadaian Kanwil XII Surabaya, Alfafatih Rosada, menekankan pentingnya penerapan ilmu yang diperoleh agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat. Ia juga berharap program tersebut dapat menjangkau lebih banyak generasi muda.

“Semoga ilmu yang didapat hari ini di sini tidak hanya berhenti di sini, tapi bisa dipraktikkan untuk meningkatkan ekonomi warga dan menjadi contoh yang baik. Semoga program ini menjangkau lebih luas hingga pada kalangan milenial atau pemuda,” kata Alfafatih.

Camat Jambangan, Ahmad Yardo Wifako, turut mengapresiasi kolaborasi tersebut. Ia berharap program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) Pegadaian mampu memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi warga.

Menurut Ahmad, pertanian perkotaan perlu dikenalkan kepada generasi muda sebagai kegiatan produktif yang berpotensi mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Pendampingan bagi Poktan Lestari tidak hanya mencakup sosialisasi. Kegiatan juga meliputi diskusi, evaluasi kendala di lapangan, serta penyusunan langkah pendampingan lanjutan bersama FORTEGIF. Pegadaian berharap kelompok tani tersebut dapat berkembang menjadi percontohan pertanian perkotaan yang mandiri secara ekonomi.

Melalui TGIF, Pegadaian memperkuat kontribusi sosial dan lingkungannya, terutama dalam mendukung ketahanan pangan, pertumbuhan ekonomi masyarakat, serta praktik pertanian yang lebih berkelanjutan. 

(*)